Senin, 19 Januari 2015

MENELUSURI JEJAK SEJARAH 


KALIWIRO 

Kaliwiro adalah salah satu kecamatan di bagian selatan dari kabupaten Wonosobo. Kaliwiro memiliki luas 100,08 km2. Di mana secara geografis Kaliwiro terletak ditengah  sebuah lembah pada ketinggian 250 meter – 300 meter dpl. Diapit gunung Lawang di selatan dan bukit Dempes di sebelah utara. Dengan titik koordinat S7°27.510′ lintang selatan dan E109°51.380′ bujur timur.
Latar belakang dari penulisan “Menelusuri Jejak Sejarah Kaliwiro” adalah penulis mencoba untuk mengungkap tabir gelap yang menyelimuti cikal bakal dan sejarah tentang Kaliwiro. Di mana selama ini, dikalangan masyarakat Kaliwiro pada khususnya, belum pernah terungkap atau mengetahui secara pasti siapa pendiri maupun jejak sejarah Kaliwiro di masa lampau.
Adapun tujuan penulisan ini dimaksudkan agar generasi yang akan datang tidak kehilangan jejak mengenai sejarah Kaliwiro. Karena Kaliwiro memiliki sejarah panjang yang secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan sejarah perjuangan dan perlawanan terhadap penjajah Belanda..
Disamping itu, penulisan ini dimaksudkan agar jejak sejarah mengenai Kaliwiro tidak berlandaskan pada mitos dan legenda seperti yang selama ini diyakini sebagian besar masyarakat Kaliwiro. Karena mitos maupun legenda tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dan kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Penulisan ini mencoba mencari fakta dengan merunut jejak sejarah, manuskrip maupun arsip-arsip kuno yang bersinggungan dengan keberadaan Kaliwiro..
MITOS DAN LEGENDA TENTANG KALIWIRO
Bahwasanya seperti yang sudah diketahui secara umum. Kebanyakan masyarakat Kaliwiro meyakini bahwa nama Kaliwiro berasal dari dua suku kata “Kali dan Wiro” yang merupakan nama dua sesepuh atau tokoh yang pertama kali mendiami suatu lembah yang sekarang bernama kecamatan Kaliwiro. Yaitu “Kyai Kali dan Nyai Wiro.”
Tapi keyakinan tersebut tidak memiliki fakta dan argumen yang kuat. Karena keyakinan tersebut hanya berdasar pada dongeng dari mulut ke mulut tanpa disertai penjelasan mengenai latar belakang dan asal muasal kedua tokoh yang dimaksud. Satu-satunya keyakinan yang dipercayai masyarakat Kaliwiro mengenai kedua tokoh cikal bakal Kaliwiro, adalah keberadaan dua nisan tanpa nama yang berada di TPU Manisjangan. Hanya bukti dua nisan tanpa nama tentu tidak bisa menjelaskan secara pasti mengenai sejarah awal Kaliwiro.
Jika kita mengamati dan mempelajari sastra Jawa maupun Arab, maka kita tidak akan menemukan kelaziman nama-nama orang maupun tokoh zaman dahulu yang menggunakan nama “kali” untuk nama seorang laki-laki. Dan juga tidak pernah dijumpai nama “wiro” dipakai untuk nama seorang wanita.
Biasanya nama seorang tokoh masyarakat zaman dahulu bila laki-laki maka akan lazim disebut “Kyai Ageng” dan “Nyai Ageng” untuk seorang wanita. Jadi keyakinan mengenai kedua tokoh tersebut perlu direvisi kebenarannya. Agar tidak terjadi kerancuan sejarah pada generasi mendatang. Namun bila pembaca mempunyai bukti ataupun manuskrip yang mendukung tentang keberadaan kedua tokoh tersebut ( Kyai Kali & Nyai Wiro ). Silahkan saudara membuat penulisan sejarah mengenai biografi kedua tokoh tersebut. Agar penulisan sejarah Kaliwiro mempunyai kajian yuridis kebenarannya. Karena semua ini bertujuan meluruskan dan membekali generasi yang akan datang dengan materi sejarah yang bisa dilacak kebenarannya. Karena semakin jauh generasi yang lahir maka akan semakin gelap pula sejarah, bila tidak segera diotentifikasi. Namun keberadaan mitos maupun legenda tentu akan semakin memperkaya nilai histories suatu daerah bila berjalan beriringan dengan fakta sejarah. Contoh : legenda Nyai Roro Kidul selalu beriringan dengan fakta sejarah berdirinya kerajaan Mataram olehPanembahan Senopati. Biarlah mitos menjadi khasanah budaya yang memperkaya budaya suatu daerah asalkan tidak melupakan fakta sejarah mengenai cikal bakal sebuah tempat bersejarah.

ASAL USUL TERBENTUKNYA KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH

CERITA RAKYAT TERBENTUKNYA KOTA WONOSOBO

Berdasarkan ceritera rakyat pada sekitar awal abad ke-18, tersebutlah tiga orang pengelana yang masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis suatu pemukiman di daerah Wonosobo. Selanjutnya Kyai Kolodete berada di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Karim berada di daerah Kalibeber dan Kyai Walik berada di sekitar Kota Wonosobo sekarang ini.
Sejak saat itu daerah ini mulai berkembang dan tiga orang tokoh tersebut dianggap sebagai cikal-bakal dari masyarakat Wonosobo yang dikenal sekarang. Makin lama daerah ini semakin berkembang sehingga semakin ramai. Di kemudian hari dikenal beberapa nama tokoh penguasa daerah Wonosobo seperti Tumenggung Kartowaseso sebagai penguasa daerah Wonosobo yang pusat kekuasaannya di Selomanik. Dikenal pula tokoh bernama Tumenggung Wiroduto sebagai penguasa Wonosobo dengan pusat kekuasaan di Kalilusi Pecekelan yang selanjutnya dipindahkan ke Ledok (Wonosobo) atau Plobangan sekarang ini. Seorang cucu Kyai Karim yang dikenal dengan nama Ki Singowedono juga disebut sebagai salah seorang penguasa di Wonosobo. Beliau mendapat hadiah satu tempat di Selomerto dari Kraton Mataram, serta diangkat menjadi penguasa daerah tersebut. Namanya kemudian berganti menjadi Tumenggung Jogonegoro. Pada masa itu pusat kekuasaan dipindahkan ke Selomerto. Setelah meninggal dunia, Tumenggung Jogonegoro dimakarnkan di Desa Pakuncen.
Pada awal abad ke-17 agama Islam sudah mulai berkembang luas di daerah Wonosobo. Seorang tokoh penyebar agama Islam yang sangat dikenal pada masa itu adalah Kyai Asmarasufi, yang dikenal pula sebagai menantu Ki Wiroduto salah seorana penguasa di Wonosoho Kyai Asmarasufi yang mendirikan Masjid Dukuh Bendosari dipercaya sebagai cikal-bakal atau tokoh yang kemudian menurunkan pada ulama Islam dan pemilik pondok pesantren yang ada di Wonosobo pada masa berikutnya seperti Kyai Ali Bendosari, Kyai Syukur Sholeh, Kyai Mansur Krakal, Kyai Abdulfatah Tegalgot, Kyai Soleh Pencil, Kyai As'ari, Kyai Abdul Fakih, Kyai Muntaha dan Kyai Hasbullah.
Demikianlah, dari hari ke hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, waktu berjalan terus, keadaan Wonosobo makin lama makin berkembang sejalan dengan kemajuan peradaban manusia. Dan selanjutnya pada masa antara tahun 1825 - 1830 atau tepatnya pada masa Perang Diponegoro, Wonosobo merupakan satah satu medan pertempuran yang penting dan bersejarah. Daerah ini adalah salah satu basis pertahanan pasukan pendukung Pangeran Diponegoro, dengan kondisi alam yang menguntungkan serta dukungan masyarakat yang sangat besar terhadap perjuangan tersebut. Beberapa medan pertempuran yang menandai perjuang pasukan pendukung Pangeran Diponegoro tersebar di Gowong, Ledok, Sapuran, Plunjaran, Kertek dan sebagainya.
Di samping itu dikenal pula beberapa tokoh penting di Wonosobo yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro melawan kekuasaan kolonial Belanda. Tokoh-tokoh tersebut antara lain adalah Imam Misbach atau di kemudian hari dikenal dengan nama Tumenggung Kartosinuwun, Mas Lurah atau Tumenggung Mangkunegaran, Gajah Permodo dan Ki Muhammad Ngarpah. Nama yang terakhir ini adalah tokoh penting yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro di Wonosobo. Walaupun perjuangan Muhammad Ngarpah tidak terbatas di daerah Wonosobo saja melainkan juga di daerah Purworejo, Magelang, Klaten dan sebagainya, akan tetapi keberadaan beliau sangat penting dalam sejarah Wonosobo. Muhammad Ngarpah bersama-sama Mulyosentiko memimpin pasukan pendukung Pangeran Diponegoro menghadang pasukan Belanda di Legorok dekat Pisangan Yogyakarta. Dalam pertempuran di Legorok tersebut Ki Muhammad Ngarpah bersama-sama Ki Mulyosentiko beserta pasukannya berhasil menewaskan ratusan tentara Belanda, termasuk empat orang tentara Eropa. Mereka juga berhasil mengambil emas lantakan senilai 28,00 gulden pada saat itu. Pada pencegatan di Legorok, Belanda mengatami kekalahan sehingga hanya beberapa orang saja yang dapat melarikan diri.
Menurut catatan sejarah, kemenangan Ki Muhammad Ngarpah serta para pendukungnya itu adalah kemenangan pertama pasukan pendukung pangeran Diponegoro. Maka berdasarkan keberhasilan tersebut Pangeran Diponegoro memberi nama Setjonegoro kepada Muhammad Ngarpah dan nama Kertonegoro kepada Mulyosentiko. Selanjutnya Setjonegoro diangkat sebagai penguasa Ledok dengan gelar Tumenggung Setjonegoro. Pada masa-masa berikutnya Setjonegoro terus aktif mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, bersama-sama dengan tokoh pendukung lainnya seperti Ki Muhammad Bahrawi atau Muhammad Ngusman Libasah, Muhammad Salim, Ngabdul Latif dan Kyai Ngabdul Radap.

Dalam pertempuran di Ledok dan sekitamya,Tumenggung Setjonegoro mengerahkan 100 orang prajurit yang dipimpin oleh Mas Tumenggung Joponawang untuk menghadapi serbuan Belanda. Tumenggung Setjonegoro juga pemah mendapat tugas dari Pangeran Diponegoro untuk mengepung benteng Belanda di Bagelen. Dalam pertempuran di daerah Kedu, pemimpin pasukan Belanda bemama Letnan De Bruijn terbunuh. Selain itu Setjonegoro dan Kertonegoro juga terlibat dalam pertempuran di daerah Delanggu. Mereka memimpin pasukan ke daerah Lanjur untuk menghadang pasukan Belanda yang datang dari Klaten.
Eksistensi kekuasaan Setjonegoro di daerah Ledok ini dapat dilihat lebih jauh dari berbagai sumber termasuk laporan Belanda yang dibuat setelah perang Diponegoro selesai. Disebutkan pula bahwa Setjonegoro adalah Bupati yang memindahkan pusat kekuasaan dari Selomerto ke kawasan Kota Wonosobo sekarang ini. 
Dari hasil Seminar Hari Jadi Wonosobo pada tanggal 2 April 1996 (yang dihadiri oleh Tim Peneliti Hari jadi Wonosobo dari Fakultas Sastra UGM, Muspida, sesepuh dan pinisepuh Wonosobo termasuk yang ada di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, pimpinan DPRD dan pimpinan komisi serta instansi di Wonosobo), disepakati bahwa momentum Hari Jadi Wonosobo jatuh pada tanggal 24 Juli 1825, dan hal ini telah ditetapkan menjadi Perda dalam Sidang Pleno DPRD Kabupaten Wonosobo tanggal 11 Juli 1994. Dipilihnya tanggal tersebut erat kaitannya dengan peristiwa kemenangan pertama pasukan pendukung pangeran Diponegoro yang dipimpin oleh Ki Muhammad Ngarpah atau Tumenggung Setjonegoro di Legorok. Walaupun serangan yang berhasil itu tidak terjadi di wilayah Wonosobo, akan tetapi peristiwa itulah yang mengangkat karir Muhammad Ngarpah sehingga diangkat menjadi penguasa Ledok dengan gelar Tumenggung Setjonegoro. 
Kabupaten Wonosobo terletak di daerah pegunungan nan berhawa sejuk. Tak heran banyak turis yang pernah berkunjung ke Wonosobo merindukan hawa sejuknya dan ingin berkunjung lagi. Tapi tahukah kamu sebenarnya Wonosobo berasal dari dua kata yaitu "WONO" & "SOBO". WONO mempunyai arti hutan sedangkan SOBO mempunyai arti mengunjungi. Jadi, WONOSOBO artinya sebuah kawasan hutan yang bergunung-gunung dan memiliki keunikan alam yang mampu menarik orang untuk mengunjungi. Wonosobo memiliki lingkungan yang bersih dan indah sesuai dengan semboyan "WONOSOBO ASRI" (ASRI=Aman, Sehat, Rapi, Indah). Perlu kalian ketahui juga bahwa Wonosobo sudah berkali-kali meraih Piala ADIPURA.

Sabtu, 17 Januari 2015

NAMA MATA UANG DI DUNIA DAN SIMBOLNYA

NAMA MATA UANG DI DUNIA DAN SIMBOLNYA
Nama Nama Mata Uang . ini adalah pengetahuan yang sudah pasti kita ketahui bahwa setiap negara memiliki Mata uang tersindiri dengan nama yang berbeda beda, seperti Negara Kita, Negara Indonesia menggunakan mata uang Rupiah, dan Mata Uang Amerika adalah Dollar Amerika, mungkin beberapa dari kita belum mengetahui apa saja nama nama mata uang yang ada di Dunia pada saat ini.
Mata Uang Dunia
Oleh karena itu dalam postingan kali ini saya akan memberikan Informasi tentang nama nama mata uang yang digunakan oleh seluruh Negara di Dunia ini, mulai dari Mata Uang Negara Amerika hingga Mata uang Negara Zimbabwe, bukan hanya nama mata uang yang akan saya berikan kepada anda, tetapi juga Simbol Mata Uang yang juga akan dituliskan dibawah ini. Mari kita perhatikan Kumpulan Nama dan Simbol Mata uang Pada Tabel dibawah
Ini

Country / Negara
Currency / Mata Uang
ISO-4217
Symbol
A
Afghanistan
Afghan afghani
AFN
Albania
Albanian lek
ALL
Algeria
Algerian dinar
DZD
American Samoa
see United States
Andorra
see Spain and France
Angola
Angolan kwanza
AOA
Anguilla
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Antigua and Barbuda
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Argentina
Argentine peso
ARS
Armenia
Armenian dram
AMD
Aruba
Aruban florin
AWG
ƒ
Australia
Australian dollar
AUD
$
Austria
European euro
EUR
Azerbaijan
Azerbaijani manat
AZN
B
Bahamas
Bahamian dollar
BSD
B$
Bahrain
Bahraini dinar
BHD
Bangladesh
Bangladeshi taka
BDT
Barbados
Barbadian dollar
BBD
Bds$
Belarus
Belarusian ruble
BYR
Br
Belgium
European euro
EUR
Belize
Belize dollar
BZD
BZ$
Benin
West African CFA franc
XOF
CFA
Bermuda
Bermudian dollar
BMD
BD$
Bhutan
Bhutanese ngultrum
BTN
Nu.
Bolivia
Bolivian boliviano
BOB
Bs.
Bosnia-Herzegovina
Bosnia and Herzegovina konvertibilna marka
BAM
KM
Botswana
Botswana pula
BWP
P
Brazil
Brazilian real
BRL
R$
British Indian Ocean Territory
see United Kingdom
Brunei
Brunei dollar
BND
B$
Bulgaria
Bulgarian lev
BGN
Burkina Faso
West African CFA franc
XOF
CFA
Burma
see Myanmar
Burundi
Burundi franc
BIF
FBu
C
Cambodia
Cambodian riel
KHR
Cameroon
Central African CFA franc
XAF
CFA
Canada
Canadian dollar
CAD
$
Canton and Enderbury Islands
see Kiribati
Cape Verde
Cape Verdean escudo
CVE
Esc
Cayman Islands
Cayman Islands dollar
KYD
KY$
Central African Republic
Central African CFA franc
XAF
CFA
Chad
Central African CFA franc
XAF
CFA
Chile
Chilean peso
CLP
$
China
Chinese renminbi
CNY
¥
Christmas Island
see Australia
Cocos (Keeling) Islands
see Australia
Colombia
Colombian peso
COP
Col$
Comoros
Comorian franc
KMF
Congo
Central African CFA franc
XAF
CFA
Congo, Democratic Republic
Congolese franc
CDF
F
Cook Islands
see New Zealand
Costa Rica
Costa Rican colon
CRC
?
Côte d’Ivoire
West African CFA franc
XOF
CFA
Croatia
Croatian kuna
HRK
kn
Cuba
Cuban peso
CUC
$
Cyprus
European euro
EUR
Czech Republic
Czech koruna
CZK
K?
D
Denmark
Danish krone
DKK
Kr
Djibouti
Djiboutian franc
DJF
Fdj
Dominica
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Dominican Republic
Dominican peso
DOP
RD$
Dronning Maud Land
see Norway
E
East Timor
see Timor-Leste
Ecuador
uses the U.S. Dollar
Egypt
Egyptian pound
EGP
£
El Salvador
uses the U.S. Dollar
Equatorial Guinea
Central African CFA franc
GQE
CFA
Eritrea
Eritrean nakfa
ERN
Nfa
Estonia
Estonian kroon
EEK
KR
Ethiopia
Ethiopian birr
ETB
Br
F
Faeroe Islands (Føroyar)
see Denmark
Falkland Islands
Falkland Islands pound
FKP
£
Fiji
Fijian dollar
FJD
FJ$
Finland
European euro
EUR
France
European euro
EUR
French Guiana
see France
French Polynesia
CFP franc
XPF
F
G
Gabon
Central African CFA franc
XAF
CFA
Gambia
Gambian dalasi
GMD
D
Georgia
Georgian lari
GEL
Germany
European euro
EUR
Ghana
Ghanaian cedi
GHS
Gibraltar
Gibraltar pound
GIP
£
Great Britain
see United Kingdom
Greece
European euro
EUR
Greenland
see Denmark
Grenada
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Guadeloupe
see France
Guam
see United States
Guatemala
Guatemalan quetzal
GTQ
Q
Guernsey
see United Kingdom
Guinea-Bissau
West African CFA franc
XOF
CFA
Guinea
Guinean franc
GNF
FG
Guyana
Guyanese dollar
GYD
GY$
H
Haiti
Haitian gourde
HTG
G
Heard and McDonald Islands
see Australia
Honduras
Honduran lempira
HNL
L
Hong Kong
Hong Kong dollar
HKD
HK$
Hungary
Hungarian forint
HUF
Ft
I
Iceland
Icelandic króna
ISK
kr
India
Indian rupee
INR
Indonesia
Indonesian rupiah
IDR
Rp
International Monetary Fund
Special Drawing Rights
XDR
SDR
Iran
Iranian rial
IRR
Iraq
Iraqi dinar
IQD
Ireland
European euro
EUR
Isle of Man
see United Kingdom
Israel
Israeli new sheqel
ILS
Italy
European euro
EUR
Ivory Coast
see Côte d’Ivoire
J
Jamaica
Jamaican dollar
JMD
J$
Japan
Japanese yen
JPY
¥
Jersey
see United Kingdom
Johnston Island
see United States
Jordan
Jordanian dinar
JOD
K
Kampuchea
see Cambodia
Kazakhstan
Kazakhstani tenge
KZT
T
Kenya
Kenyan shilling
KES
KSh
Kiribati
see Australia
Korea, North
North Korean won
KPW
W
Korea, South
South Korean won
KRW
W
Kuwait
Kuwaiti dinar
KWD
Kyrgyzstan
Kyrgyzstani som
KGS
L
Laos
Lao kip
LAK
KN
Latvia
Latvian lats
LVL
Ls
Lebanon
Lebanese lira
LBP
Lesotho
Lesotho loti
LSL
M
Liberia
Liberian dollar
LRD
L$
Libya
Libyan dinar
LYD
LD
Liechtenstein
uses the Swiss Franc
Lithuania
Lithuanian litas
LTL
Lt
Luxembourg
European euro
EUR
M
Macau
Macanese pataca
MOP
P
Macedonia (Former Yug. Rep.)
Macedonian denar
MKD
Madagascar
Malagasy ariary
MGA
FMG
Malawi
Malawian kwacha
MWK
MK
Malaysia
Malaysian ringgit
MYR
RM
Maldives
Maldivian rufiyaa
MVR
Rf
Mali
West African CFA franc
XOF
CFA
Malta
European Euro
EUR
Martinique
see France
Mauritania
Mauritanian ouguiya
MRO
UM
Mauritius
Mauritian rupee
MUR
Rs
Mayotte
see France
Micronesia
see United States
Midway Islands
see United States
Mexico
Mexican peso
MXN
$
Moldova
Moldovan leu
MDL
Monaco
see France
Mongolia
Mongolian tugrik
MNT
?
Montenegro
see Italy
Montserrat
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Morocco
Moroccan dirham
MAD
Mozambique
Mozambican metical
MZM
MTn
Myanmar
Myanma kyat
MMK
K
N
Nauru
see Australia
Namibia
Namibian dollar
NAD
N$
Nepal
Nepalese rupee
NPR
NRs
Netherlands Antilles
Netherlands Antillean gulden
ANG
NAƒ
Netherlands
European euro
EUR
New Caledonia
CFP franc
XPF
F
New Zealand
New Zealand dollar
NZD
NZ$
Nicaragua
Nicaraguan córdoba
NIO
C$
Niger
West African CFA franc
XOF
CFA
Nigeria
Nigerian naira
NGN
?
Niue
see New Zealand
Norfolk Island
see Australia
Northern Mariana Islands
see United States
Norway
Norwegian krone
NOK
kr

O
Oman
Omani rial
OMR
P
Pakistan
Pakistani rupee
PKR
Rs.
Palau
see United States
Panama
Panamanian balboa
PAB
B./
Papua New Guinea
Papua New Guinean kina
PGK
K
Paraguay
Paraguayan guarani
PYG
Peru
Peruvian nuevo sol
PEN
S/.
Philippines
Philippine peso
PHP
?
Pitcairn Island
see New Zealand
Poland
Polish zloty
PLN
Portugal
European euro
EUR
Puerto Rico
see United States
Q
Qatar
Qatari riyal
QAR
QR
R
Reunion
see France
Romania
Romanian leu
RON
L
Russia
Russian ruble
RUB
R
Rwanda
Rwandan franc
RWF
RF
S
Samoa (Western)
see Western Samoa
Samoa (America)
see United States
San Marino
see Italy
São Tomé and Príncipe
São Tomé and Príncipe dobra
STD
Db
Saudi Arabia
Saudi riyal
SAR
SR
Sénégal
West African CFA franc
XOF
CFA
Serbia
Serbian dinar
RSD
din.
Seychelles
Seychellois rupee
SCR
SR
Sierra Leone
Sierra Leonean leone
SLL
Le
Singapore
Singapore dollar
SGD
S$
Slovakia
European euro
EUR
Slovenia
European euro
EUR
Solomon Islands
Solomon Islands dollar
SBD
SI$
Somalia
Somali shilling
SOS
Sh.
South Africa
South African rand
ZAR
R
Spain
European euro
EUR
Sri Lanka
Sri Lankan rupee
LKR
Rs
St. Helena
Saint Helena pound
SHP
£
St. Kitts and Nevis
East Caribbean dollar
XCD
EC$
St. Lucia
East Caribbean dollar
XCD
EC$
St. Vincent and the Grenadines
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Sudan
Sudanese pound
SDG
Suriname
Surinamese dollar
SRD
$
Svalbard and Jan Mayen Islands
see Norway
Swaziland
Swazi lilangeni
SZL
E
Sweden
Swedish krona
SEK
kr
Switzerland
Swiss franc
CHF
Fr.
Syria
Syrian pound
SYP
T
Tahiti
see French Polynesia
Taiwan
New Taiwan dollar
TWD
NT$
Tajikistan
Tajikistani somoni
TJS
Tanzania
Tanzanian shilling
TZS
Thailand
Thai baht
THB
?
Timor-Leste
uses the U.S. Dollar
Togo
West African CFA franc
XOF
CFA
Trinidad and Tobago
Trinidad and Tobago dollar
TTD
TT$
Tunisia
Tunisian dinar
TND
DT
Turkey
Turkish new lira
TRY
YTL
Turkmenistan
Turkmen manat
TMT
m
Turks and Caicos Islands
see United States
Tuvalu
see Australia
U
Uganda
Ugandan shilling
UGX
USh
Ukraine
Ukrainian hryvnia
UAH
United Arab Emirates
UAE dirham
AED
United Kingdom
British pound
GBP
£
United States of America
United States dollar
USD
US$
Upper Volta
see Burkina Faso
Uruguay
Uruguayan peso
UYU
$U
Uzbekistan
Uzbekistani som
UZS
V
Vanuatu
Vanuatu vatu
VUV
VT
Vatican
see Italy
Venezuela
Venezuelan bolivar
VEB
Bs
Vietnam
Vietnamese dong
VND
?
Virgin Islands
see United States
W
Wake Island
see United States
Wallis and Futuna Islands
CFP franc
XPF
F
Western Sahara
see Spain, Mauritania and Morocco
Western Samoa
Samoan tala
WST
WS$
Y
Yemen
Yemeni rial
YER
Z
Zaïre
see Congo, Democratic Republic
Zambia
Zambian kwacha
ZMK
ZK
Zimbabwe
Zimbabwean dollar
ZWR
Z$